Terungkap! Ini Pemicu Penganiayaan Lulusan IPDN yang Magang di BKD Lampung
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Sebanyak 5 dari 6 orang lulusan IPDN yang sedang magang di Kantor BKD Provinsi Lampung menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan ASN setempat.
Kelima lulusan IPDN itu diduga dipukuli dan ditendang berkali-kali oleh sejumlah ASN BKD Lampung. Sementara satu orang perempuan yang juga peserta magang 'selamat' karena disuruh pulang.
Menurut keterangan keluarga korban, aksi penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 21.00 - 22.00 WIB. Korban mengalami lebam di beberapa bagian tubuh, hingga ada yang pingsan.
Baca: Magang di BKD, Sejumlah Calon ASN Diduga Dianiaya Senior
Saat dikonfirmasi, Plh Kepala Diskominfotik Provinsi Lampung, Achmad Saefullah mengatakan dugaan kekerasan itu dipicu dari tradisi 'pembinaan' yang dilakukan senior IPDN kepada juniornya yang baru lulus.
“Indikasi dari laporan yang ada, mereka ini (lulusan IPDN) ada sistem akademik, ada jiwa korpsnya. Jadi intinya pembinaan untuk menguatkan jiwa korps dan meningkatkan rasa kecintaan suatu daerah agar nanti ke depan bekerja yang baik,” ujar Achmad.
Namun pembinaan dengan kekerasan fisik yang diduga dilakukan Kabid BKD Lampung Deny Rolind bersama sejumlah ASN lainnya, menurut Achmad tidak dibenarkan.
“Harusnya pembinaan itu yang dilakukan seperti push up. Yang lebih dalam lagi itu akan ditindaklanjuti oleh Inspektorat dan Kepolisian. Nanti setelah diproses baru kita bisa menyampaikan. Karena saat yang bersangkutan sedang shock, baik yang melakukan dan juga adik-adiknya atau pihak korban,” ungkapnya.
Sementara Ketua DPP Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Lampung Sulpakar menegaskan aksi kekerasan dalam pembinaan antara senior dan junior IPDN tidak dibenarkan.
Magang BKD Lampung Dianiaya
BKD Lampung
penganiayaan di BKD Lampung
lulusan IPDN
Achmad Saefullah
Sulpakar
IKAPTK Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
